Lupa Password? | Daftar


 
Ind | English | 中文
 

Product Of The Month Get Reward
Kesemutan, pegal-pegal, sering masuk angin, pusing... gejala kurang lancarnya peredaran darah. Circulan melancarkan peredaran darah.
Bisa Lancar Beraktivitas Lagi, Karena Gula Darah dan Kolesterol Kembali Normal (Darwati Molengko, Sulawesi Tengah)

Omega-3 Untuk Mencegah Penyakit Jantung Koroner & Stroke

Manfaat utama Omega-3 adalah mencegah timbulnya Penyakit Jantung Koroner dan Stroke. Penyakit Jantu [ ... ]


Omega-3 Penting Untuk Ibu Hamil & Menyusui

Memasuki masa kehamilan, tugas dan tanggung jawab seorang wanita akan semakin besar. Selama kehamil [ ... ]


Maag, Penyebab dan Cara Menghindarinya

Anda yang memiliki aktivitas pekerjaan padat pasti pernah merasakan nyeri dan mual di bagian lambun [ ... ]


Kolesterol Vs Omega-3

Antara Mitos & Fakta

Mitos

:

Orang gemuk memiliki kolesterol lebih tinggi daripada orang kurus.

Fakta

:

Belum tentu, karena kadar kolesterol dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk apa yang Anda makan, seberapa cepat tubuh Anda memproduksi dan membuang LDL kolesterol, tingkat kesehatan, dan kebiasaan makan. Namun demikian, resiko orang gemuk memiliki kadar kolesterol tinggi, karena orang gemuk pasti memiliki simpanan lemak (biasanya dalam bentuk trigliserida) yang lebih banyak. Trigliserida dapat saja diubah oleh tubuh menjadi kolesterol.

Mitos

:

Kolesterol tinggi hanya dialami oleh orang tua saja yang metabolismenya sudah menurun.

Fakta

:

Kolesterol tinggi tidak hanya diderita oleh orang tua, anak-anak dan remaja pun bisa menderita kolesterol tinggi. Pada orang muda, peningkatan kadar kolesterol bisa terjadi akibat tidak terkontrolnya pola makan, namun kelebihan kolesterol tersebut tidak tampak secara signifikan karena orang muda cenderung lebih aktif secara fisik, sehingga lemak dan kolesterol langsung terbakar.

Namun demikian kita harus tetap waspada, karena tidak setiap saat kita bisa aktif beraktivitas dan membakar lemak tubuh secara alami. Dengan kata lain Penyakit Jantung Koroner dan Stroke bisa mengintai siapa saja, termasuk mereka yang masih muda.

Mitos

:

Seseorang yang rajin berolah raga pasti kolesterolnya baik.

Fakta

:

Belum tentu, karena peningkatan kadar kolesterol tergantung dari jenis makanan, porsi asupan makanan, dan kondisi metabolisme tubuh terhadap kolesterol. Jika kondisi metabolisme tubuh terhadap kolesterol sudah menurun, maka tubuh tidak dapat dengan cepat membuang kolesterol jahal (LDL kolesterol) dengan cepat.

Mitos

:

Bila kolesterol total normal, maka Anda terbebas dari resiko serangan jantung dan stroke.

Fakta

:

Meski kolesterol total Anda normal, kadar LDL kolesterol yang tinggi atau HDL yang rendah justru akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itu sebabnya, sangat penting mengetahui seluruh angka kolesterol Anda. Secara umum, semakin tinggi kadar LDL kolesterol dan semakin rendah kadar HDL kolesterol Anda, semakin besar risiko Anda terserang aterosklerosis dan penyakit jantung.

Bagi Anda yang berusia lebih dari 20 tahun, National Cholesterol Education Program merekomendasikan beberapa kondisi yang sebaiknya dipertahankan :

  • Total kolesterol kurang dari 200 mg/dL
  • Kadar HDL kolesterol lebih dari 40 mg/dL
  • Kadar LDL kolesterol kurang dari 100 mg/dL
  • Kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dL.

Mitos

:

Kolesterol itu jahat.

Fakta

:

Kolesterol penting bagi fungsi tubuh. Dr. John Gullota, ketua dari AMA Therapeutics Committee, seperti dikutip Good Health & Medicine, menyatakan sekitar 75 persen dari kolesterol dihasilkan oleh tubuh dan 25 persen diperoleh dari makanan. Kolesterol penting untuk banyak proses, termasuk produksi hormon seks dan vitamin D, juga untuk fungsi otak dan saraf. Kolesterol yang bergabung dengan protein membentuk lipoprotein membantu perjalanan di aliran darah.

Ditambahkan oleh Prof. DR. Made Astawan, MS, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB, meskipun dianggap berbahaya, kolesterol tetap dibutuhkan tubuh. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain. Dari jumlah tersebut 25-40 persen atau sekitar 200-300 mg secara normal berasal dari makanan, selebihnya disintesis oleh tubuh.

Mitos

:

Tidak perlu mengonsumsi obat penurun kolesterol/Nature EPA lagi setelah kadar kolesterol normal.

Fakta

:

Belum tentu, karena 80% kolesterol darah dihasilkan oleh tubuh sendiri, sehingga jika metabolisme seseorang sudah memburuk, masih dibutuhkan obat/Nature EPA secara teratur, juga perlu diimbangi dengan perubahan pola hidup melalui diet dan olah raga.

Mitos

:

Kolesterol sama dengan lemak.

Fakta

:

Kolesterol merupakan salah satu bentuk lemak, di samping asam lemak, trigliserida, dan fosfolipid. Namun, kolesterol dan lemak tidak sama. Ada makanan yang tinggi lemak, tetapi bebas kolesterol, misalnya minyak zaitun atau minyak ikan perairan laut dalam (bahan baku Nature EPA). Ada juga makanan lain yang rendah lemak tetapi tinggi kolesterol, seperti ginjal.

Fakta ini didukung oleh penelitian Bang & Dyerberg,  peneliti yang pertama kali tertarik dengan kenyataan masyarakat Eskimo di Greenland yang sehari-harinya mengonsumsi makanan berlemak tinggi, namun angka kematian akibat penyakit jantung sangat kecil (4,6%) dibandingkan masyarakat Amerika (40%). Setelah melakukan penelitian, ternyata setiap hari mereka mengonsumsi ikan segar dari perairan laut dalam yang sangat kaya Omega-3. Penemuan yang sangat luar biasa ini membuahkan hadiah NOBEL pada tahun 1982.

Untuk menjaga agar jantung Anda tetap sehat, ganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal dan ganda, seperti asam lemak Omega-3 (Nature EPA) dan Omega-6 (Nature EPO) untuk membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol darah.

Mitos

:

Makan daging kambing akan meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

Fakta

:

Tidak ada bukti daging kambing mempunyai kandungan lemak lebih tinggi dibanding dengan jenis daging merah lainnya. Justru banyak penelitian membuktikan daging kambing mempunyai kandungan lemak lebih rendah dibandingkan dengan daging domba atau sapi yang dipotong pada kondisi yang sama. Menurut data yang diperoleh dari Proceedings Nutrition Society of Australia, kandungan kolesterol daging kambing hanya 5-39 mg/100 gr, sementara daging sapi 42-78 mg/100 gr, dan babi 66-98 mg/100 gr. Gulai kambing diduga mengandung lemak lebih tinggi, karena bahan yang digunakan biasanya tetelan, jeroan, tulang bersumsum, dan santan. Jeroan kambing, terutama otak memiliki kadar kolesterol sangat tinggi (2300 mg/100 gr).

Mitos

:

Cukup satu butir telur per hari.

Fakta

:

Konsumsi telur dapat meningkatkan kadar kolesterol. Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 80 ribu perawat, para peneliti dari Harvard menjumpai peningkatan asupan kolesterol hingga 200 mg untuk setiap diet 1.000 kalori (satu telur per hari), yang tidak cukup besar untuk meningkatkan risiko penyakit jantung. Demikian dikutip dari situs Harvard School of Public Health.

Penelitian terbaru oleh Harvard menunjukkan konsumsi telur 1 butir perhari, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung pada mereka yang sehat. Memang kuning telur mengandung banyak kolesterol, dan karenanya bisa memengaruhi sedikit kadar kolesterol darah, tetapi telur juga mengandung zat gizi yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, termasuk protein, vitamin B12, vitamin D, riboflavin, dan folat.

Mitos

:

Para vegetarian pasti memiliki kadar kolesterol rendah.

Fakta

:

Belum pasti, 80% kolesterol disintesa sendiri oleh tubuh dari segala jenis makanan yang mengandung unsur Karbon, Hidrogen, dan Oksigen, dan semua sayuran pasti mengandung ketiga unsur tersebut.

Namun demikian, karena para vegetarian tidak mengonsumsi daging yang merupakan sumber kolesterol dalam bentuk jadi, maka kecenderungan peningkatan kolesterol menjadi lebih kecil.

Mitos

:

Semua jenis ikan merupakan sumber Omega-3 yang tinggi.

Fakta

:

Minyak tubuh ikan merupakan sumber Omega-3, namun kadarnya tidak sama. Kadar Omega-3 yang terbaik diperoleh pada ikan yang hidup di perairan laut dalam, di mana tubuh ikan tidak terlalu banyak terpapar sinar matahari.

Namun demikian, kita tidak bisa memenuhi kebutuhan Omega-3 hanya dengan makan ikan, karena tidak setiap hari kita bisa makan ikan. Selain itu proses pemanasan juga banyak mengurangi kadar Omega-3 dari ikan. Karena itu, Nature EPA Omega-3 Plus tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan Omega-3.

 

NATURE EPA Omega-3 Plus

Menurunkan Kolesterol dan Trigliserida

Mencegah Penyakit Jantung Koroner dan Stroke

 

Nature EPA Made in USA

POM SI 064323881

Tiap softgel mengandung :

EPA, membantu menurunkan kadar kolesterol         180 mg

DHA, membantu menurunkan kadar kolesterol        120 mg

Lecithin, membantu melarutkan kerak kolesterol     100 mg

Natural Vitamin E , sebagai antioksidan                       50 IU

Petunjuk penggunaan :

1-2 softgel per hari